Joon-hyeok, yang menjalankan bisnis kecil hingga menengah, secara nominal adalah CEO, tetapi karena bisnis tersebut didanai oleh keluarga istrinya, Ji-min, ia tidak bisa tidak berhati-hati di sekitarnya. Ia melampiaskan semua stresnya pada Soo-hyeon, satu-satunya karyawan wanitanya, dan apa yang awalnya hanya berupa pelecehan verbal telah meningkat menjadi kekerasan fisik tanpa henti. Soo-hyeon, yang terbebani oleh latar belakang pendidikannya yang rendah dan keadaan keluarga yang sulit, menanggung kekejaman CEO itu dalam diam. Namun, suatu hari, sebuah uluran tangan datang kepadanya.

