SONE-983 Lidah ayah mertuanya menelusuri tempat yang sama yang pernah disentuhnya sekali, tanpa henti, dua kali, tiga kali. Panasnya perlahan meresap jauh ke dalam tubuhnya, membuat lututnya sedikit gemetar. “Aku belum pernah merasakan lidah seperti itu sebelumnya…” ucapnya bingung, dan ayah mertuanya tertawa geli. Ironisnya, air liur ayah mertuanya menenangkan hari-hari kering dan tanpa arti karena diabaikan oleh suaminya. Perlahan, tubuh dan pikirannya mulai merespons dengan patuh pada belaian lengketnya yang berulang. Jari-jarinya…







