Di sebuah desa terpencil, Mang Kepweng dipuja sebagai penyembuh ampuh yang ramuan penyembuhannya diyakini dapat menyembuhkan penyakit, kemandulan, dan kesialan. Karena sangat menginginkan anak, Viena dan suaminya, Kardo, menaruh kepercayaan penuh padanya—tanpa menyadari bahwa ritual penyembuhannya menyembunyikan bertahun-tahun pelecehan dan manipulasi. Di balik pintu tertutup, Mang Kepweng mengeksploitasi perempuan-perempuan yang rentan, dibantu oleh keheningan dan rasa takut. Ketika Viena akhirnya mengungkapkan kebenaran traumanya, ilusi kesuciannya hancur. Saat para korban menemukan keberanian untuk berbicara, desa tersebut dipaksa untuk menghadapi kegelapan yang bersembunyi di balik iman, tradisi, dan kepercayaan—yang mengarah pada keadilan, pertanggungjawaban, dan berakhirnya kejahatan yang telah berlangsung lama.







